Disinfektan dalam upaya pencegahan COVID-19 di Sekolah Ananda

klik disini untuk link youtube selengkap nya

Virus Corona memang menjadi momok bagi semua orang di dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Penyebarannyapun sangat cepat, dari antar Negara, sampai antar Benua. Tidak salah jika Pemerintah menghimbau jika kita harus mengantisipasi penyebaran virus ini dengan berbagai cara, salah satunya dengan tidak berkumpul atau berkerumun di tempat umum serta menjaga kesehatan dan lingkungan. Sekolah Ananda Bekasi dibantu Oleh PMI kota Bekasi melakukan penyemprotan disinfektan guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau kuman lainnya yang berpotensi menyebabkan penyakit menular. Terimakasih PMI kota Bekasi, semoga wabah ini dapat segera disudahi dengan langkah-langkah antisipasi dan penanggulangan bersama.

Mencegah COVID-19 di sekolah

Teman – teman SMK Ananda mendemonstrasikan tentang sikap yang baik dilakukan dalam pencegahan COVID-19
-Video selengkapnya
di youtube smk ananda

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus corona (Covid-19) di sekolah maupun perguruan tinggi. Dalam surat edaran tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengimbau berbagai pihak terkait agar melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

“Saya mengimbau kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah di seluruh Indonesia untuk melakukan langkah-langkah mencegah berkembangnya penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan. Kita bergerak bersama untuk bisa lepas dari situasi ini,” kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam pernyataan resmi yang diterima Media Indonesia, Kamis (12/3).

Mendikbud menginstruksikan satuan pendidikan untuk segera mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan di perguruan tinggi, dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Komunikasikan dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan/atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat untuk mengetahui apakah Dinas Kesehatan telah memiliki semacam rencana atau persiapan dalam menghadapi Covid-19,” tuturnya. Mendikbud mengharapkan pihak sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tisu) di berbagai lokasi strategis di satuan pendidikan. Warga satuan pendidikan diharapkan dapat menggunakan saranan CTPS (minimal 20 detik) dan pengering tangan sekali pakai sebagaimana mestinya, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya. 1/2 Selanjutnya, pihak pengelola satuan pendidikan diimbau untuk membersihkan ruangan dan lingkungan secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard) dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan.

“Gunakan petugas terampil menjalankan tugas pembersihan. Dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut,” imbuhnya. Kemendikbud juga meminta agar pihak sekolah dapat memonitor absensi (ketidakhadiran) warga satuan pendidikan. Kemudian memberikan izin kepada warga satuan pendidikan yang sakit untuk tidak datang ke satuan pendidikan, serta tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit. Serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran. “Laporkan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan/atau Lembaga Satuan Pendidikan Tinggi jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernafasan. Alihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada pendidik dan tenaga kependidikan lain yang mampu,” pesannya. Satuan pendidikan dapat melakukan konsultasi dengan Dinas Pendidikan atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, jika level ketidakhadiran dianggap sangat mengganggu proses belajar mengajar untuk mendapatkan pertimbangan apakah kegiatan belajarmengajar perlu diliburkan sementara. Satuan pendidikan tidak diwajibkan untuk mampu mengidentifikasi Covid-19.

Hal ini akan menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan untuk melakukannya. Jika ada siswa/mahasiswa yang menunjukkan gejala penyakit ini, segera laporkan ke Kemenkes atau Dinas Kesehatan terkait untuk dilakukan pengujian. Dalam surat edaran ini, Kemendikbud juga mengingatkan satuan pendidikan agar menyediakan makanan yang sudah dimasak sampai matang. Kepada seluruh warga satuan pendidikan untuk tidak berbagi makanan, minuman, dan alat musik tiup. Kemudian menghindari kontak fisik langsung antara warga satuan pendidikan (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya). Kemendikbud juga mengimbau agar pihak satuan pendidikan dapat menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan (berkemah, studi wisata) dan melakukan pembatasan tamu dari luar satuan pendidikan. Khusus bagi warga satuan pendidikan dan keluarga yang bepergian ke negara-negara terjangkit yang dipublikasikan World Health Organization diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area satuan pendidikan untuk 14 hari saat kembali ke Tanah Air. (OL-3)

sumber : mediaindonesia.com

Jam Istirahat SMK Ananda

Halo sahabat vocationers….kalian tau ga atau masih inget dengan rutinitas dan peraturan di SMK Ananda bahwa ketika jam istirahat pertama yakni jam 10.00 seluruh siswa diwajibkan memakan makanan atau bekal yang sudah dibawa dan makan diluar atau di depan – depan kelas dengan tujuan agar situasi kelas terawat nyaman dan bersih didalam Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) bukan hanya sekedar makan,tetapi kami bercanda,mengobrol,ketawa dan berbincang – bincang seru ….bahkan makan bareng nya sama guru juga lohh

Ananda idol 2020

?ANANDA IDOL? TELAH DI BUKA?????
FORMULIR PENDAFTARAN HANYA 100K‼
PESERTA SANGAT TERBATAS⚠?, AYO SEGERA MENDAFTAR?:
Via transfer BCA a/n YAYASAN PANCARAN TRIDHARMA. 585 05 00 900.
konfirmasi via WA 085780707021 dengan melampirkan Kartu Pelajar/ Surat keterangan Pelajar Aktif & formulir pendaftaran (format di dapat setelah menunjukan bukti TF)
ATAU
Datang Langsung Ke Sekolah Ananda Bekasi (Jl. Prof. M. Yamin. No. 21, Duren Jaya, Bekasi Timur).
SEKARANG SAATNYA KAMU MENJADI IDOL?????

Simulasi AKM oleh guru – guru SMK Ananda

Apa Sih Asesmen Kompetensi Minimum?

Guru – guru SMK Ananda melaksanakan simulasi AKM
RABU,19 – Februari – 2020


Nadim hanya mengembalikan rel pendidikan kepada jalan lurusnya. Tetapi terlalu banyak suara bising yang asal bicara sehingga menghilangkan substansinya.

Nadiem telah memasukkan dirinya dalam ronde pertama perubahan yang memang sangat diimpikan para guru dan para penggiat pendidikan di negeri ini. Ada empat perubahan yang diusung dalam kebijakan yang dinamainya sebagai “Merdeka Belajar”.

Pertama, pengembalian kewenangan penilaian peserta didik kepada guru. Selama ini, kewenangan ini telah direbut negara. Nadiem hanya mengembalikan kewenangan ini. Tentu saja berdasarkan UU sisdiknas. Selama ini memang salah, tapi bahkan orang sekaliber Jusuf Kalla pun menganggapnya sebagai kebenaran. Dan guru, karena terlalu baik, hanya bisa ngedumel tanpa mau repot repot demo meninggalkan murid murid nya.

Biarkanlah kewenangan guru itu dipergunakan sebaik-baiknya. Toh, guru gurulah yang tahu muridnya dalam keseharian mereka. Guru guru lah yang tahu setiap perkembangan siswa-siswi nya. Negara tahu apa?

Ujian Sekolah Berstandar Nasional juga menunjukkan kuku kuku negara dalam ruang kelas. Mereka tak pernah peduli terhadap guru, tapi peserta didik mereka hajar. Padahal, hanya dari guru guru yang hebat akan muncul murid murid yang super.

Kedua, penghapusan Ujian Nasional. Keluhan terhadap ujian nasional sudah membuat bibir guru dower. Tapi negara tak peduli. Bahkan gugatan yang dimenangkan pun tak dihirau. Terlalu sombong negara ini. Negara? Pemimpinnya kalii.

Gak ada manfaat nya sama sekali. Hanya menimbulkan tekanan terhadap semuanya. Orang tua, guru, kepala sekolah, kepala dinas, kepala daerah, apalagi siswa. Siswa seakan sedang dihukum oleh kesalahan yang dilakukan orang lain. Bagaimana bisa belajar dengan baik kalau perpustakaan tak ada, bahkan gedung sekolah pun nyaris roboh?

Paling ngeselin ketika para pejabat di dinas dengan suara menggelegar berapi-api, memaksa guru meniru model drilling soal ala bimbel. Mereka seakan akan hanya berorientasi hasil UN, belajar harian seperti apa tak peduli, asal nilai UN daerahnya meningkatkan.

Saking semangatnya, lahirlah tipu tipu. Bukan rahasia umum lagi kalau soal UN bocor. Lha, wong gurunya sendiri yang membocorkan. Lalu, apa gunanya teriak teriak tentang pendidikan karakter?

Ketiga dan keempat, tentang penyederhanaan an RPP dan Zonasi tak terlalu penting dibahas dalam tulisan ini.

Ada kesalahan dalam memahami kebijakan “Merdeka Belajar”. Terutama dalam hal penghapusan UN yang dianggap akan diganti Asesmen Kompetensi Minimum.

Bukan, itu bukan penggantian. Berbeda banget UN dengan Asesmen Kompetensi Minimum. Karena objek nya berbeda. UN menilai siswa sedangkan AKM menilai sekolah nya.

Dalam AKM, siswa tak punya beban apa apa. Siswa silakan menjawab sesuai kemampuannya. Tak ada soal pilihan ganda model UN yang jawabannya memang perlu dihafal. AKM sangat memerlukan kemampuan dalam berpikir.

Ada dua hal yang diuji dalam AKM. Pertama, tentang kemampuan berliterasi. Bukan literasi seperti selama ini yang dipahami sebagai membaca tok. Kemampuan berliterasi dalam AKM adalah kemampuan dalam memahami bacaan.

Pelajaran apa pun, mengharuskan siswa mampu berliterasi. Jadi, kemampuan berliterasi adalah kemampuan lintas mata pelajaran. Sekarang beban itu masih diletakkan di pundak guru guru bahasa Indonesia. Sebuah kesalahan yang harus cepat diperbaiki.

Kemampuan berliterasi juga merupakan kemampuan yang dibutuhkan setiap orang dalam sepanjang hayatnya. Dalam kehidupan seseorang, bahkan ke depan, mengharuskan kepemilikan kemampuan berliterasi model ini.

Sekolah merupakan lembaga yang pas untuk menyemaikan kemampuan dasar ini. Tanpa kemampuan dasar ini, seseorang akan gagap menghadapi informasi yang membanjiri detik-detik nya.

Kedua, kemampuan numerasi. Tak kalah dengan kemampuan berliterasi, kemampuan dalam menghadapi angka angka atau data data ini sangat dibutuhkan di masa depan. Bahkan kehidupan masa depan akan bergantung kepada kemampuan mengolah data atau angka angka ini.

Hasil tes PISA yang dilaksanakan oleh OECD telah diumumkan. Hasilnya sudah dapat ditebak. Indonesia menempati posisi keenam. Sayang nya, hitungan nya dari bawah. Kenapa hal itu sudah tak bisa ditebak?

Tes PISA dan pembelajaran di kelas memang berbeda. Kemampuan berliterasi dan numerasi sangat diutamakan dalam tes PISA, sedangkan pembelajaran di kelas masih menghapal untuk mengejar nilai tinggi di UN.

Itulah Asesmen Kompetensi Minimum. Bukan pengganti UN. Ini sudah diamanatkan dalam uu sisdiknas. Tapi selama ini diselewengkan. Nadiem hanya mengembalikan ke rel yang benar.

Semoga, bersama Nadiem perbaikan pendidikan akan segera terwujud.

sumber : kompasiana.com

Jadi pada intinya guru – guru juga harus tau apa yang akan di ujikan untuk tahun depan karena mulai tahun depan,Ujian Nasional akan di ganti dengan AKM.

MPLS SMK Ananda Tahun Pelajaran 2019/2020

Pada hari Senin, 15 Juli 2019 Kegiatan MPLS dan Tahun Pelajaran SMK Ananda tahun 2019 dimulai dari kegiatan upacara yang di bina oleh Kepala Sekolah SMK ananda yakni Dra.Fidelia Dwiyanti.

Sesudah amanat dari Pembina Upacara, siswa – siswi Berprestasi yaitu peringkat 1,2 dan 3 dari setiap kelas maju ke depan untuk mendapatkan beasiswa berupa potongan uang sekolah selama 3,2 dan 1 bulan. Setelah upacara selesai, kesiswaan SMK Ananda yaitu Maria Fransisca, SS memberikan topik ciri siswa-siswi dan guru yang ideal.

Kemudian dilanjutkan siswa – siswi mendemonstrasikan ekskul, seperti Tari Tradisional, Beatbox, karate dan masih banyak lainnya.

Dihari kedua para peserta MPLS diberikan masukan tentang profesi apa yang pas dengan skill,kepribadian dan kemampuan. Tidak hanya tentang itu saja tentunya memberikan pelajaran tentang Menyemai Startup atau teknologi industri pada masyarakat atau anak muda.

Kemudian peserta MPLS juga dilatih oleh Tentara Negara Indonesia sebagai anak bangsa yang baik, seperti hal kecilnya kekompakan,tertib dan disiplin dalam kehidupan.

Hari ketiga adalah hari yang di tunggu oleh peserta MPLS karena akan dilatih bagaimana kompak,tertib,disiplin,cara berpikir yang baik dan lainnya dengan cara mengadakan games yang seru tapi bermakna di kehidupan.

Setelah games, ada pengumuman atau pembagian jurusan dan kelas sesuai hasil test. Kemudian penutupan acara MPLS ditutup oleh Dra. Fidelia Dwiyanti.